Serangan di Rafah Tewaskan Puluhan Orang, Militer Israel Membantah?

- 29 Mei 2024, 13:03 WIB
Ilustrasi perang Israel di Gaza.
Ilustrasi perang Israel di Gaza. /

PR SUMEDANG - Militer Israel membantah telah menyerang sebuah kamp tenda di sebelah barat Rafah pada hari Selasa.

Hal ini muncul setelah otoritas kesehatan Gaza mengatakan bahwa penembakan tank-tank Israel telah menewaskan sedikitnya 21 orang di sana, di sebuah wilayah yang telah ditetapkan Israel sebagai zona evakuasi sipil.

Sebelumnya, menentang seruan Mahkamah Internasional, tank-tank Israel maju ke jantung kota Rafah untuk pertama kalinya setelah satu malam pengeboman besar-besaran, sementara Spanyol, Irlandia dan Norwegia secara resmi mengakui negara Palestina, sebuah langkah yang semakin memperdalam isolasi internasional Israel.

Baca Juga: Kabar Duka! Presiden Iran Ebrahim Raisi Meninggal Dunia Dalam Insiden Helikopter Jatuh di Provinsi Azerbaijan

Dilansir Pikiran Rakyat Sumedang dari laman Reuters, Amerika Serikat, sekutu terdekat Israel, menegaskan kembali penentangannya terhadap serangan darat Israel di Rafah, namun mengatakan bahwa pihaknya tidak percaya operasi semacam itu sedang berlangsung.

Menggambarkan pandangan AS tentang apa yang akan menjadi serangan besar di Rafah, juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby mengatakan kepada para wartawan bahwa hal itu akan melibatkan "sejumlah besar pasukan dalam kolom dan formasi dalam semacam manuver terkoordinasi terhadap beberapa target di lapangan."

"Itu adalah operasi darat yang besar," kata Kirby.

Baca Juga: DITEMUKAN! Helikopter yang Membawa Presiden Iran Dikabarkan Jatuh, Petugas Penyelamat Bawa Kabar Buruk

Dua hari setelah serangan udara Israel di kamp lain yang memicu kecaman global, layanan darurat Gaza mengatakan empat peluru tank pada hari Selasa menghantam sekelompok tenda di Al-Mawasi, sebuah jalur pantai yang ditetapkan Israel sebagai zona kemanusiaan yang diperluas di mana Israel menyarankan warga sipil di Rafah untuk mengungsi demi keselamatan.

Halaman:

Editor: Ayi Kusmawan

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah